Apakah Ayah dan Bunda pernah melihat si kecil kesulitan saat menggunakan gunting, menulis, atau bahkan sering menjatuhkan benda tanpa sebab yang jelas? Jika iya, bisa jadi itu merupakan gejala dari Developmental Coordination Disorder (DCD), atau yang juga dikenal dengan sebutan dyspraxia.
DCD merupakan salah satu bentuk gangguan perkembangan neurologis (neurodevelopmental disorder) yang memengaruhi kemampuan koordinasi gerak anak. Meskipun tidak sepopuler autisme atau ADHD, gangguan ini cukup umum terjadi dan dapat berdampak besar pada kehidupan sehari-hari anak jika tidak ditangani dengan tepat.
Apa Itu Developmental Coordination Disorder?
Developmental Coordination Disorder adalah kondisi di mana seorang anak mengalami gangguan dalam mengembangkan keterampilan motorik halus maupun kasar. Anak dengan DCD memiliki kemampuan koordinasi gerakan yang jauh di bawah rata-rata anak seusianya, meskipun tidak ada kelainan fisik atau intelektual yang mendasari kondisi ini.
Beberapa contoh kesulitan yang sering terlihat pada anak dengan DCD antara lain:
- Sering menjatuhkan benda tanpa disengaja
- Kesulitan menggunakan alat makan seperti sendok atau garpu
- Tidak bisa menangkap bola dengan baik
- Menabrak benda saat berjalan
- Kesulitan menulis atau menggambar
- Sulit mengendarai sepeda
- Tidak percaya diri saat bermain atau berpartisipasi dalam kegiatan olahraga
Kriteria Diagnosis Developmental Coordination Disorder
Menurut kriteria diagnostik dari DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders), DCD memiliki beberapa ciri utama yang harus dipenuhi, yaitu:
A. Gangguan keterampilan motorik yang signifikan
Kemampuan motorik anak terlihat tertinggal secara signifikan dibandingkan anak-anak seusianya. Hal ini mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti merawat diri (memakai baju, menyikat gigi), aktivitas sekolah, dan permainan.
B. Gejala muncul sejak usia dini
Tanda-tanda DCD biasanya sudah dapat terlihat sejak anak memasuki masa kanak-kanak awal. Orang tua dan guru biasanya mulai menyadari adanya perbedaan dalam perkembangan motorik anak dibandingkan teman sebayanya.
C. Bukan disebabkan oleh gangguan lain
Kesulitan koordinasi motorik yang dialami tidak disebabkan oleh kondisi medis lain seperti cerebral palsy, gangguan otot, gangguan penglihatan, atau disabilitas intelektual.
Mengapa DCD Perlu Diwaspadai?
DCD bukan hanya sekadar anak yang “ceroboh”. Kondisi ini bisa berdampak besar pada kepercayaan diri anak, kemampuan sosial, hingga prestasi akademik. Anak bisa merasa minder karena tidak bisa melakukan apa yang teman-temannya lakukan dengan mudah.
Selain itu, anak dengan DCD sering kali mengalami kesulitan dalam bersosialisasi karena merasa malu atau takut gagal saat bermain. Jika tidak mendapat dukungan yang tepat, kondisi ini dapat berlanjut hingga remaja bahkan dewasa.
Bagaimana Penanganannya?
Walaupun DCD tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, anak dapat belajar untuk mengelola dan meningkatkan kemampuannya melalui terapi dan latihan yang tepat. Beberapa pendekatan yang sering digunakan antara lain:
- Terapi okupasi untuk melatih keterampilan motorik halus
- Fisioterapi untuk mengembangkan kekuatan dan koordinasi otot
- Pendekatan berbasis aktivitas, di mana anak diajak melakukan kegiatan yang menyenangkan sekaligus melatih kemampuan motoriknya
- Dukungan emosional dan konseling agar anak tetap percaya diri dan termotivasi
Kapan Harus Membawa Anak ke Spesialis?
Jika Ayah dan Bunda mulai melihat adanya tanda-tanda seperti yang disebutkan di atas, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau psikolog perkembangan. Penanganan yang dini akan sangat membantu dalam perkembangan dan kualitas hidup anak ke depannya.
Baca Juga : Bagaimana Cara Menuju Pola Asuh Makan Anak Yang Benar
Kesimpulan
Developmental Coordination Disorder (DCD) adalah gangguan perkembangan yang serius namun sering kali tidak dikenali. Dengan memahami gejala, penyebab, dan cara menanganinya, orang tua dapat membantu anak berkembang lebih optimal.
Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika anak menunjukkan tanda-tanda keterlambatan dalam koordinasi motorik. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang anak untuk berkembang dengan baik dan mencapai potensi maksimalnya.
Untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut Hubungi :
Klinik Tumbuh Kembang Anak Niumiu
No. WhatsApp 0821-2082-3522 / Klik WA Disini
Ditulis oleh : Dyah Ratnapuri, S.Pd. 1 Agustus 2025
Referensi:
American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed., text rev.)
