Masalah makan pada anak merupakan hal yang sangat umum terjadi, baik pada anak tipikal maupun anak dengan gangguan perkembangan. Namun, pada anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD), masalah makan biasanya muncul lebih sering dan cenderung lebih rumit. Banyak orang tua merasa bingung ketika anak mereka hanya mau makan makanan tertentu, menolak mencoba makanan baru, atau menunjukkan perilaku menantang saat waktu makan.
Namun, sebelum menyimpulkan bahwa anak “susah makan”, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memastikan tidak ada masalah medis yang mendasari. Ayah Bunda harus berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gastroenterologi untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan pencernaan, alergi makanan, refluks, atau kondisi medis lainnya. Jika pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ada masalah medis, barulah kita dapat memfokuskan perhatian pada aspek perilaku dan sensorik yang sering terjadi pada anak ASD.
Ayah Bunda, dalam artikel berikut akan membahas penyebab rigid routines dalam perilaku makan anak ASD serta strategi efektif yang bisa diterapkan Ayah Bunda di rumah.
Mengapa Anak ASD Mengalami Rigid Routines saat Makan?
Rigid routines atau pola perilaku makan yang kaku pada anak ASD biasanya dipengaruhi oleh kombinasi faktor-faktor berikut:
1. Masalah Sensorik
Banyak anak ASD memiliki kepekaan sensorik yang tinggi atau sebaliknya, kurang sensitif terhadap rangsangan tertentu. Hal ini membuat mereka memiliki preferensi kuat terhadap tekstur makanan tertentu.
Beberapa contoh yang sering ditemukan:
- Anak hanya menyukai makanan lembut seperti yogurt, sup, atau puding.
- Anak lebih memilih makanan renyah seperti keripik, biskuit, atau snack ringan.
Preferensi ini dapat membuat variasi makanan menjadi sangat terbatas sehingga berdampak pada pemenuhan nutrisi jangka panjang.
2. Otot Motorik Mulut Kurang Berkembang
Tidak sedikit anak ASD yang kesulitan mengunyah makanan karena otot mulut mereka belum berkembang optimal. Ketika terbiasa mengonsumsi makanan lunak, kemampuan motorik oral tidak berkembang sehingga anak semakin sulit menerima makanan padat. Kondisi ini menciptakan lingkaran setan: anak menolak makanan yang lebih keras, orang tua akhirnya hanya memberikan makanan yang lunak, dan kemampuan mengunyah tidak kunjung membaik.
3. Executive Functioning Difficulties
Anak ASD sering mengalami kesulitan dalam pengaturan diri, pengendalian impuls, serta kemampuan merencanakan atau mengikuti langkah-langkah. Kesulitan ini dapat membuat waktu makan terasa menantang.
4. Cognitive Rigidity (Pemikiran Kaku)
Kurangnya fleksibilitas dalam berpikir membuat anak terpaku pada rutinitas yang sama setiap hari, termasuk jenis makanan, posisi duduk, warna piring, hingga cara makanan disajikan. Perubahan kecil saja dapat memicu penolakan atau tantrum.
5. Masalah Perilaku saat Waktu Makan
Beberapa anak menunjukkan perilaku negatif seperti:
- melempar peralatan makan
- berulang kali meninggalkan meja
- berteriak atau menangis ketika diminta mencoba makanan baru
Hal ini dapat membuat waktu makan menjadi pengalaman yang melelahkan bagi seluruh keluarga.
Cara Efektif Mengatasi Rigid Routines pada Anak ASD
Ayah Bunda, mengubah kebiasaan makan anak ASD membutuhkan kesabaran, strategi yang tepat, dan konsistensi. Berikut langkah yang bisa Ayah Bunda coba:
1. Prioritaskan Tujuan
Orang tua sering kali ingin memperbaiki semua perilaku sekaligus, namun hal ini justru membuat anak kewalahan. Tentukan target utama, misalnya:
- menambah variasi makanan
- duduk di meja selama 5–10 menit
- mengurangi perilaku menantang
Fokus pada satu tujuan sebelum melangkah ke tujuan berikutnya.
2. Mulai dari Langkah Kecil
Ketika memperkenalkan makanan baru, mulailah dari porsi sangat kecil. Jika anak hanya mencium, menyentuh, atau menggigit sedikit saja, berikan pujian. Peningkatan kecil adalah kemajuan besar dalam jangka panjang.
3. Jangan Memaksakan
Jika targetnya adalah duduk 10 menit, jangan memaksa anak duduk 15 menit. Memaksa justru membuat pengalaman makan menjadi negatif dan sulit diperbaiki.
4. Buat Tujuan yang Jelas
Gunakan alat bantu visual seperti timer, gambar aktivitas, atau kartu aturan makan agar anak memahami apa yang diharapkan darinya. Visual sangat membantu anak ASD.
5. Berikan Pujian yang Tepat
Gunakan dua jenis pujian:
- Pujian umum: “Hebat!”, “Kamu luar biasa!”
- Pujian berlabel: lebih spesifik dan efektif, misalnya:
- “Terima kasih sudah duduk tenang di kursi.”
- “Keren sekali kamu mau mencoba makanan baru.”
Pujian berlabel membantu anak memahami perilaku baik yang harus diulang.
6. Bersikap Konsisten dan Sabar
Anak membutuhkan 7–12 kali paparan makanan baru sebelum benar-benar mengenali atau menyukainya. Konsistensi adalah kunci keberhasilan.
7. Tangani Tantrum dengan Bijak
Perlawanan adalah hal wajar. Jika tantrum muncul karena menolak makan, lakukan teknik extinction, yaitu mengabaikan perilaku selama perilaku itu tidak membahayakan. Tetap tenang dan jangan memberikan perhatian berlebihan.
8. Jadilah Contoh yang Baik
Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Pastikan kita sebagai orang tua menikmati waktu makan, tidak memainkan gadget, dan menunjukkan sikap positif terhadap makanan. Keteladanan adalah strategi yang sangat ampuh.
Baca Juga : Benarkah Menghukum Efektif? Ketahui Fakta tentang Memberi Hukuman pada Anak!
Kesimpulan
Ayah Bunda, rigid routines pada anak ASD bukanlah bentuk ketidakpatuhan, melainkan hasil dari kombinasi faktor sensorik, motorik, dan perilaku. Dengan pemahaman yang tepat serta strategi yang konsisten, Ayah Bunda dapat membantu anak lebih fleksibel terhadap makanan, menikmati waktu makan, dan meningkatkan kualitas hidup seluruh keluarga. Prosesnya mungkin memakan waktu, namun setiap kemajuan sekecil apa pun adalah langkah besar menuju perkembangan yang lebih baik.
Untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut Hubungi :
Klinik Tumbuh Kembang Anak Niumiu
No. WhatsApp 0821-2082-3522 / Klik WA Disini
Referensi:
Kinnaird E, Norton C, Pimblett C, Stewart C, Tchanturia K (2019) Eating as an autistic adult: An exploratory qualitative study. PLoS ONE 14(8): e0221937. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0221937
Baraskewich J, von Ranson KM, McCrimmon A, McMorris CA. Feeding and eating problems in children and adolescents with autism: A scoping review. Autism. 2021 Aug;25(6):1505-1519. doi: 10.1177/1362361321995631. Epub 2021 Mar 2. PMID: 33653157; PMCID: PMC8323334.
