Apakah Ayah Bunda pernah mendengar istilah hiperaktif dan impulsif? Banyak orang tua sering melihat anak mereka bergerak terus-menerus, tidak bisa diam, berbicara tanpa henti, atau melakukan sesuatu dengan spontan tanpa dipikir panjang. Tidak jarang, perilaku ini langsung dianggap sebagai tanda “anak hiperaktif”. Padahal, sebelum memberi label, penting bagi kita untuk memahami apa sebenarnya arti hiperaktif dan impulsif, serta bagaimana kedua perilaku ini dapat muncul pada anak-anak.
Memahami perbedaan ini bukan hanya membantu orang tua mengenali kebutuhan anak, tetapi juga mencegah kesalahpahaman yang dapat memengaruhi cara orang tua mendampingi tumbuh kembang si kecil.
Apa Itu Hiperaktif?
Hiperaktif adalah kondisi ketika seorang anak menunjukkan aktivitas motorik berlebih dan sulit dikendalikan. Mereka tampak seperti tidak pernah kehabisan energi. Beberapa perilaku yang sering muncul pada anak dengan kecenderungan hiperaktif antara lain:
- Berlarian ke sana kemari tanpa tujuan jelas
- Tidak bisa duduk diam dalam waktu lama
- Berbicara sangat banyak dan cepat
- Sering mengetuk-ngetuk meja atau menggoyangkan kaki
- Tampak selalu gelisah atau tidak tenang
Perilaku hiperaktif bukan sekadar aktif biasa. Anak aktif masih bisa diarahkan, sedangkan anak hiperaktif cenderung kesulitan mengontrol dorongan untuk bergerak. Bahkan, aktivitas mereka terkadang dapat melelahkan orang lain di sekitar.
Apa Itu Perilaku Impulsif?
Berbeda dengan hiperaktif, impulsif lebih berkaitan dengan perilaku yang dilakukan secara tiba-tiba tanpa memikirkan akibatnya. Anak impulsif biasanya bertindak dulu, berpikir kemudian. Contohnya:
- Berlari menyeberang jalan tanpa melihat sekitar
- Menyela pembicaraan orang lain
- Mengambil sesuatu tanpa izin
- Membuat keputusan besar tanpa mempertimbangkan konsekuensinya
- Sulit menunggu giliran
Perilaku impulsif dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain apabila tidak diarahkan dengan benar. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami kapan impulsivitas anak sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.
Apa Bedanya Hiperaktif dan Impulsif?
Meski sering muncul bersamaan, hiperaktif dan impulsif adalah dua hal yang berbeda:
| Hiperaktif | Impulsif |
| Banyak bergerak dan tidak bisa diam | Bertindak tanpa pikir panjang |
| Aktivitas motorik berlebih | Kurangnya kontrol diri |
| Bisa menimbulkan kegelisahan | Bisa menimbulkan perilaku berisiko |
| Gerakan cenderung nonstop | Tindakan spontan yang tidak direncanakan |
Memahami perbedaan ini membantu orang tua menentukan pola pengasuhan yang tepat sesuai kebutuhan anak.
Keterkaitan Hiperaktif dan Impulsif dengan ADHD
Baik hiperaktif maupun impulsif merupakan dua gejala utama dari Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD), sebuah kondisi perkembangan yang memengaruhi kemampuan anak untuk memusatkan perhatian, mengontrol gerakan, dan mengendalikan impuls. Anak dengan ADHD umumnya menunjukkan perilaku berikut:
- Kesulitan fokus dan mempertahankan perhatian
- Tidak selesai mengerjakan tugas atau sering berganti aktivitas
- Sering gelisah, mengetuk tangan atau kaki
- Sering meninggalkan tempat duduk saat seharusnya tetap duduk
- Berbicara terus-menerus
- Menyela atau memotong pembicaraan orang lain
- Menggunakan barang tanpa izin
- Sulit menunggu giliran
Namun, penting diketahui bahwa tidak semua anak dengan perilaku aktif atau impulsif otomatis memiliki ADHD. Diagnosis harus dilakukan oleh profesional, seperti psikolog atau psikiater anak.
Baca Juga : Memahami Apa itu Anak Gifted dan Pentingnya Peran Orang Tua
Bagaimana Orang Tua Menghadapinya?
Jika Ayah Bunda melihat tanda-tanda hiperaktif atau impulsif pada anak, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
– Berikan rutinitas yang jelas
Anak dengan perilaku hiperaktif atau impulsif biasanya lebih terarah ketika memiliki jadwal harian yang terstruktur.
– Gunakan komunikasi yang singkat dan jelas
Instruksi panjang kadang sulit dipahami. Berikan arahan satu per satu.
– Berikan pujian ketika anak berhasil mengontrol diri
Pujian kecil dapat meningkatkan motivasi anak.
– Batasi distraksi
Lingkungan belajar yang terlalu ramai akan memperburuk ketidakfokusan anak.
– Konsultasi dengan profesional
Jika perilaku anak dirasa mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu mencari bantuan ahli.
Kesimpulan
Hiperaktif dan impulsif adalah dua perilaku yang sering ditemukan pada anak, namun keduanya memiliki ciri yang berbeda. Memahami perbedaan tersebut membantu orang tua memberikan dukungan optimal bagi anak. Ketika muncul bersama, kedua perilaku ini dapat menjadi bagian dari gejala ADHD. Dengan pemahaman yang tepat, orang tua dapat lebih bijak dalam mendampingi tumbuh kembang anak, serta memastikan mereka mendapatkan dukungan yang sesuai.
Untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut Hubungi :
Klinik Tumbuh Kembang Anak Niumiu
No. WhatsApp 0821-2082-3522 / Klik WA Disini
Referensi:
American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders: Fifth Edition Text Revision (DSM-5 TR).
