parenting di era digital

Mengenal Tren Parenting di Era Digital? Panduan Lengkap untuk Ayah Bunda!

Ayah Bunda, di zaman serba digital ini, cara kita mendampingi anak pun berubah drastis. Dunia teknologi kini bukan hanya alat hiburan, tetapi juga ruang belajar, bermain, bersosialisasi, bahkan berkomunikasi. Tantangan ini memunculkan tren parenting baru yang berbeda dari generasi sebelumnya. Jadi, bagaimana cara kita tumbuh sebagai orang tua di era digital dengan tepat, bijak, dan tetap dekat dengan anak? Yuk kita bahas tuntas di sini!

Apa itu Parenting di Era Digital?

Parenting di era digital adalah cara orang tua membimbing anak dalam konteks perkembangan teknologi modern, termasuk gadget, internet, media sosial, dan aplikasi lainnya. Parenting sekarang bukan lagi hanya soal aturan makan dan tidur, tetapi juga tentang bagaimana anak bersikap, belajar, dan berinteraksi di ruang digital.

Ayah Bunda, penelitian menunjukkan bahwa orang tua perlu memahami perilaku digital anak dan keterlibatan mereka dalam dunia online, seperti apa yang mereka tonton, siapa teman daring mereka, dan bagaimana mereka merespons konten yang mereka lihat. Orang tua juga perlu memastikan anak memiliki pengalaman digital yang sehat dan aman.

Tren Parenting yang Sedang Naik

1. Active Digital Parenting (Pendampingan Aktif)

Berbeda dengan sekadar membatasi waktu layar, tren terbaru digital parenting menekankan pendampingan aktif, yaitu ikut serta mendampingi anak saat mereka menggunakan teknologi, berdiskusi tentang konten yang mereka lihat, serta memberikan konteks emosional dan perilaku yang tepat. Hal ini membantu anak memahami bukan hanya apa yang dilihat, tetapi bagaimana cara berpikir dan bereaksi terhadapnya.

2. Literasi Digital Sejak Dini

Ayah Bunda, di era sekarang ini kita dituntut bukan hanya mengajari anak membaca dan menulis, tetapi juga tentang literasi digital. Anak perlu diajarkan: bagaimana membedakan konten baik vs buruk, menjaga privasi data mereka, serta perilaku yang bertanggung jawab secara online. Ini juga tentunya termasuk mengenalkan mereka pada aturan penggunaan teknologi yang sehat dan aman.

3. Joint Media Engagement (Keterlibatan Bersama)

Daripada memberi gadget begitu saja, banyak orang tua kini menerapkan pendekatan keterlibatan bersama. Menonton, bermain, dan berinteraksi bersama anak saat menggunakan media digital. Tren ini terbukti membantu anak merasa lebih aman dan lebih mudah mempelajari hal baru karena ada bimbingan langsung dan komunikasi yang aktif.

4. Keseimbangan Digital dan Real Life

Apakah Ayah Bunda pernah mengalami kondisi di mana anak yang sulit lepas dari gadget? Ini juga menjadi fokus parenting modern. Tentang bagaimana mengatur batasan waktu layar dan sekaligus menyeimbangkannya dengan aktivitas offline atau dunia nyata seperti olahraga, membaca buku, atau bermain di luar rumah. Cara ini membantu mengurangi risiko stres digital dan mempertahankan perkembangan sosial-emosional anak.

Tantangan yang Harus Ayah Bunda Tahu

Tentu tidak mudah menjadi orang tua di era digital seperti sekarang ini. Anak bisa dengan cepat terpapar konten yang belum tentu sesuai dengan usianya. Selain itu, banyak orang tua merasa kebingungan dengan cepatnya perubahan teknologi. Ketidaksiapan orang tua dalam digital parenting dapat memengaruhi perkembangan sosial dan emosional anak jika tidak ada komunikasi efektif.

Namun tentunya tren parenting baru mendorong Ayah Bunda untuk terus belajar, berdiskusi, dan menjaga komunikasi yang terbuka dengan anak. Ingat, anak tidak hanya membutuhkan batasan, tetapi juga pemahaman dan kehadiran Ayah Bunda di setiap tahapan tumbuh kembangnya.

Tips Parenting Digital yang Bisa Dicoba

Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa Ayah Bunda terapkan:

Buat aturan penggunaan gadget bersama anak,  misalnya waktu tertentu tanpa layar saat makan malam.
Gunakan fitur kontrol orang tua pada aplikasi atau perangkat.
Ikut serta dalam penggunaan teknologi, contohnya seperti belajar bersama aplikasi edukatif.
Bangun komunikasi terbuka tentang apa yang anak lihat atau anak alami secara online.

Baca Juga : Apa itu NPD pada Anak? Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya Sejak Dini!

Kesimpulan

Ayah Bunda, menjadi orang tua di era digital memang penuh tantangan, tetapi juga penuh peluang! Teknologi tidak perlu ditakuti, tetapi dipahami dan dimanfaatkan sebagai alat positif yang mendukung perkembangan anak. Dengan tren parenting baru seperti pendampingan aktif, literasi digital, dan keterlibatan bersama, Ayah Bunda bisa mendampingi anak tumbuh menjadi individu yang cerdas secara digital, emosional, dan sosial.

Referensi:

Modecki, K. L. (2022). What Is Digital Parenting? A systematic review of past and present literature on digital parenting, featured in PubMed Central.

O’Neill, B., Livingstone, S., & McLaughlin, S. (2011). Final report: Parenting in the digital era. Economic and Social Research Institute.

Asti, R. D. (2020). Parenting 4.0: Mendidik anak di era digital. Jakarta: Caesar Media Pustaka.

Livingstone, S., Blum-Ross, A., Pavlick, J., & Ólafsson, K. (2018). Parenting for a digital future: How hopes and fears about technology shape children’s lives. Oxford University Press.

Share Via :
Scroll to Top