Ayah Bunda, setiap anak memiliki kecepatan perkembangan bicara dan bahasa yang berbeda. Ada anak yang cepat berbicara, ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama. Namun, bila anak mengalami kesulitan mengekspresikan pikiran, keinginan, atau perasaannya dengan kata-kata, kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan bahasa ekspresif.
Gangguan bahasa ekspresif sering kali tidak disadari karena anak terlihat mengerti saat diajak bicara, tetapi sulit menyampaikan kembali apa yang ia pikirkan. Padahal, jika tidak ditangani sejak dini, kondisi ini dapat memengaruhi kepercayaan diri, kemampuan belajar, dan hubungan sosial anak.
Apa Itu Gangguan Bahasa Ekspresif?
Gangguan bahasa ekspresif adalah kondisi ketika anak mengalami kesulitan menggunakan bahasa secara lisan untuk menyampaikan ide, kebutuhan, atau perasaan, meskipun kemampuan memahami bahasa (reseptif) relatif baik.
Ayah Bunda, gangguan ini dapat muncul sejak usia dini dan sering terlihat jelas saat anak mulai dituntut untuk berbicara lebih kompleks, seperti di usia prasekolah dan sekolah.
Ciri-Ciri Anak dengan Gangguan Bahasa Ekspresif
Ayah Bunda, berikut beberapa tanda yang umum ditemukan pada anak dengan gangguan bahasa ekspresif. Tidak semua anak menunjukkan seluruh ciri, namun jika beberapa tanda muncul secara konsisten, perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut.
1. Kosakata Terbatas
Anak menggunakan jumlah kata yang lebih sedikit dibandingkan anak seusianya. Ia sering mengulang kata yang sama dan jarang menggunakan kata baru.
2. Sulit Menyusun Kalimat
Anak kesulitan membuat kalimat lengkap. Kalimat yang diucapkan sering sangat pendek, tidak runtut, atau terputus-putus.
3. Tata Bahasa Tidak Sesuai Usia
Penggunaan kata ganti, kata kerja, atau imbuhan sering terbalik atau tidak tepat, misalnya “aku makan tadi besok” atau “dia pergi rumah”.
4. Sulit Menceritakan Pengalaman
Saat diminta bercerita tentang kejadian sehari-hari, anak tampak bingung, melompat-lompat topik, atau hanya menjawab sangat singkat.
5. Lebih Banyak Menggunakan Isyarat
Anak lebih sering menunjuk, menarik tangan orang tua, atau menggunakan ekspresi tubuh dibandingkan berbicara.
6. Mudah Frustrasi atau Tantrum
Karena kesulitan menyampaikan keinginannya, anak bisa menjadi mudah marah, menangis, atau tantrum.
7. Tampak Pendiam di Lingkungan Sosial
Anak cenderung pasif saat bermain dengan teman sebaya karena kesulitan berkomunikasi secara verbal.
Penyebab Gangguan Bahasa Ekspresif
Ayah Bunda, gangguan bahasa ekspresif dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:
- Faktor genetik atau riwayat keluarga
- Keterlambatan perkembangan bahasa
- Kurangnya stimulasi bahasa
- Gangguan pendengaran
- Kondisi perkembangan tertentu seperti keterlambatan perkembangan global atau gangguan spektrum autisme
Penting untuk diingat, gangguan bahasa ekspresif bukan disebabkan oleh kurangnya kecerdasan anak.
Dampak Jika Tidak Ditangani
Jika gangguan bahasa ekspresif tidak ditangani sejak dini, anak berisiko mengalami:
- Kesulitan belajar membaca dan menulis
- Rendahnya kepercayaan diri
- Hambatan dalam bersosialisasi
- Masalah emosional dan perilaku
- Prestasi akademik yang kurang optimal
Semakin dini intervensi dilakukan, semakin baik hasil perkembangan anak.
Apa yang Bisa Ayah Bunda Lakukan di Rumah?
Ayah Bunda dapat membantu anak dengan cara sederhana, seperti:
– Mengajak anak berbicara secara rutin dan perlahan
– Membacakan buku dan mengajak anak berdiskusi
– Memberi waktu anak untuk menjawab tanpa memotong
– Tidak menertawakan atau menyalahkan ucapan anak
– Memberi contoh kalimat yang benar dengan lembut
Namun, stimulasi di rumah sebaiknya tetap didampingi oleh evaluasi profesional. Ayah Bunda disarankan berkonsultasi ke dokter anak atau klinik tumbuh kembang bila anak:
- Usia 2 tahun belum bisa menyusun dua kata
- Usia 3 tahun sulit dipahami orang lain
- Tidak menunjukkan kemajuan bicara
- Sering frustrasi saat berkomunikasi
Di klinik anak, evaluasi dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan pendengaran dan terapi wicara bila diperlukan.
Baca Juga : Cara Efektif Membantu Anak Belajar Mandiri dalam Kehidupan Sehari-hari dengan Prompting
Kesimpulan
Ayah Bunda, gangguan bahasa ekspresif adalah kondisi yang dapat dikenali sejak dini melalui pengamatan sehari-hari. Anak bukan tidak mau bicara, melainkan belum mampu mengekspresikan bahasanya dengan baik. Dengan perhatian, stimulasi yang tepat, dan dukungan profesional, anak memiliki peluang besar untuk berkembang optimal. Jangan ragu untuk mencari bantuan lebih awal demi masa depan komunikasi dan kepercayaan diri anak.
Untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut Hubungi :
Klinik Tumbuh Kembang Anak Niumiu
No. WhatsApp 0821-2082-3522 / Klik WA Disini
Referensi:
Paul, R., & Norbury, C. (2012). Language Disorders from Infancy through Adolescence. Elsevier.
Bishop, D. V. M. (2014). Uncommon Understanding: Development and Disorders of Language Comprehension in Children. Psychology Press.
Leonard, L. B. (2014). Children with Specific Language Impairment. MIT Press.
