Ayah Bunda, pernahkah menemui anak atau sang buah hati tiba-tiba sering mengeluh sakit perut setiap pagi, menangis saat akan berangkat sekolah, atau bahkan menolak sekolah tanpa alasan yang jelas? Tentunya kondisi ini sering membuat orang tua bingung, khawatir, bahkan frustrasi. Anak lalu dicap “malas sekolah”, padahal bisa jadi sebenarnya ada pesan tersembunyi di balik perilaku tersebut.
Anak yang tidak mau pergi ke sekolah bukan selalu karena anak malas. Tahukah Ayah Bunda? Dalam banyak kasus, sikap ini merupakan tanda bahwa anak sedang menghadapi kesulitan emosional, sosial, atau akademik yang belum mampu ia ungkapkan dengan kata-kata.
Mengapa Anak Tidak Mau Pergi ke Sekolah?
Ayah Bunda, berikut beberapa penyebab umum yang sering ditemukan dengan berdasarkan kajian para ahli:
1. Masalah Emosional dan Kecemasan
Anak bisa mengalami kecemasan berpisah dari orang tua (separation anxiety), takut pada guru, atau takut gagal secara akademik.
2. Pengalaman Tidak Menyenangkan di Sekolah
Bullying, konflik dengan teman, atau merasa tidak diterima di lingkungan sekolah dapat membuat anak enggan berangkat sekolah. Anak sering memilih diam karena takut atau malu bercerita.
3. Kesulitan Belajar
Anak yang mengalami kesulitan membaca, menulis, berhitung, atau memahami pelajaran bisa merasa tertinggal dan akhirnya kehilangan motivasi untuk sekolah.
4. Kurang Tidur dan Pola Hidup Tidak Sehat
Tidur larut, penggunaan smartphone berlebihan, dan rutinitas yang tidak teratur. Hal-hal tersebut dapat membuat anak kelelahan dan tidak bersemangat pergi ke sekolah.
5. Kurangnya Motivasi dan Tujuan
Jika anak tidak memahami manfaat sekolah atau merasa sekolah tidak menyenangkan, motivasi belajarnya pun menurun.
Dampak Jika Masalah Ini Diabaikan
Ayah Bunda, jika anak yang tidak mau sekolah dibiarkan tanpa penanganan, dampaknya bisa meluas, antara lain:
- Menurunnya kepercayaan diri anak
- Prestasi belajar terganggu
- Risiko gangguan kecemasan atau depresi
- Kesulitan bersosialisasi
- Kebiasaan menghindari tanggung jawab
Oleh karena itu, penting bagi Ayah Bunda untuk merespons dengan empati, bukan dengan kemarahan atau paksaan.
Cara Menghadapi Anak yang Tidak Mau Pergi ke Sekolah
Berikut langkah-langkah yang bisa Ayah Bunda terapkan di rumah:
1. Dengarkan Anak
Ajak anak berbicara dengan tenang. Dengarkan tanpa menyela atau menghakimi. Kalimat seperti, “Ayah/Bunda ingin tahu apa yang kamu rasakan” akan membuat anak merasa aman.
2. Bangun Rutinitas yang Konsisten
Rutinitas tidur, bangun pagi, sarapan, dan persiapan sekolah yang teratur membantu anak merasa lebih siap secara fisik dan mental.
3. Berikan Dukungan Bukan Tekanan
Hindari membandingkan anak dengan teman, saudara, atau orang lain disekitarnya. Fokus pada usaha, bukan hanya hasil. Pujian kecil bisa meningkatkan motivasi anak.
4. Bantu Anak Menemukan Hal Menyenangkan di Sekolah
Ajak anak mengenali hal-hal positif di sekolah, seperti teman, kegiatan favorit, atau pelajaran yang ia sukai.
5. Batasi Penggunaan Smartphone
Kurangi waktu layar, terutama pada malam hari. Tidur yang cukup sangat berpengaruh terhadap semangat anak keesokan harinya.
6. Cari Akar Masalahnya
Perhatikan perubahan perilaku anak seperti pola tidur, nafsu makan, emosi, atau prestasi belajar. Jika perlu, komunikasikan dengan guru untuk mendapatkan gambaran di sekolah.
Baca Juga : Peran Penting Ayah Bunda dalam Mencegah Cyberbullying pada Anak di Media Sosial!
Kesimpulan
Ayah Bunda, anak yang tidak mau pergi ke sekolah bukan berati anak malas, melainkan anak yang sedang membutuhkan perhatian dan bantuan. Dengan komunikasi yang hangat, pemahaman yang tepat, serta dukungan profesional bila diperlukan, anak dapat kembali merasa aman, percaya diri, dan bersemangat menjalani sekolah. Ayah Bunda juga harus ingat bahwa setiap anak memiliki cara dan waktu masing-masing untuk berkembang.
Untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut Hubungi :
Klinik Tumbuh Kembang Anak Niumiu
No. WhatsApp 0821-2082-3522 / Klik WA Disini
Referensi:
Kearney, C. A. (2016). Managing School Absenteeism at Multiple Tiers. Oxford University Press.
Heyne, D. and Rollings, S. (2002). School Refusal. Oxford: BPS Blackwell.
Graham, J.P. (2009). Cognitive Behaviour Therapy for Children and Families (2nd Edition). Cambridge University Press.
Shonkoff, J. P., et al. (2012). The Lifelong Effects of Early Childhood Adversity and Toxic Stress. Pediatrics.
