Ayah Bunda, pernahkah mendengar istilah pembelajaran multisensori? Di era pendidikan yang semakin berkembang, metode ini menjadi salah satu pendekatan yang banyak direkomendasikan oleh para ahli. Alasannya sederhana, pembelajaran multisensori mampu membantu anak belajar lebih cepat, memahami lebih dalam, dan mengingat lebih lama.
Metode ini tidak hanya bermanfaat untuk anak-anak pada umumnya, tetapi juga sangat efektif untuk anak berkebutuhan khusus, seperti anak dengan disleksia, ADHD, atau gangguan pemrosesan sensorik. Yuk, kita pahami lebih jauh apa itu pembelajaran multisensori dan bagaimana penerapannya di rumah maupun di sekolah!
Apa Itu Pembelajaran Multisensori?
Pembelajaran multisensori adalah pendekatan belajar yang melibatkan dua atau lebih indera secara bersamaan, seperti:
- Visual (melihat)
- Auditori (mendengar)
- Kinestetik (bergerak)
- Taktile (meraba)
Konsepnya sederhana, otak akan memproses dan menyimpan informasi lebih baik jika informasi tersebut diterima melalui berbagai jalur indera.
Contoh mudahnya:
Ketika anak belajar tentang huruf “A”, ia tidak hanya melihat bentuk huruf tersebut, tetapi juga:
- Mendengar cara pengucapannya
- Menjiplak bentuk huruf dengan tangan
- Menyentuh huruf dengan tekstur tertentu
Dengan begitu, otak anak membangun lebih banyak koneksi sehingga proses belajar menjadi lebih mudah dan menyenangkan.
Pendekatan ini sangat cocok untuk anak-anak yang suka bergerak, cepat bosan, atau memerlukan cara belajar yang lebih variatif.
Manfaat Pembelajaran Multisensori
Metode ini memberikan banyak manfaat yang berdampak langsung pada perkembangan belajar anak. Berikut keuntungan utama dari pembelajaran multisensori:
1. Meningkatkan Pemahaman Konsep
Ketika anak melibatkan beberapa inderanya sekaligus, proses belajar menjadi lebih bermakna.
Contoh: Saat belajar puzzle, anak akan:
- Melihat gambar puzzle (visual)
- Mendengarkan instruksi Ayah Bunda (auditori)
- Memegang dan menyusun potongan puzzle (kinestetik & taktile)
Gabungan semua aktivitas ini membantu anak memahami konsep bentuk, pola, dan logika secara lebih mendalam.
2. Meningkatkan Retensi dan Daya Ingat
Penelitian menunjukkan bahwa informasi yang dipelajari melalui lebih dari satu indera akan bertahan lebih lama dalam memori jangka panjang.
Itulah mengapa pembelajaran multisensori sangat cocok digunakan untuk mengenalkan:
- Huruf dan angka
- Warna dan bentuk
- Kosa kata baru
- Konsep akademik dasar
Karena anak tidak hanya mendengar, tetapi juga melihat dan merasakan.
3. Mendukung Anak Berkebutuhan Khusus
Pendekatan multisensori sangat efektif untuk anak dengan:
- Disleksia
- ADHD
- Gangguan pemrosesan sensorik
- Kesulitan belajar tertentu
Dengan melibatkan berbagai indera, anak dapat mengatasi hambatan yang mungkin muncul ketika hanya menggunakan satu metode belajar. Misalnya, anak yang kesulitan memahami kata melalui teks dapat terbantu dengan gambar, suara, atau latihan tulisan tangan.
Bagaimana Cara Menerapkan Pembelajaran Multisensori?
Pembelajaran multisensori dapat diterapkan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Berikut beberapa strategi yang bisa dicoba:
1. Gunakan Media Visual dan Auditori
- Gambar, kartu flash, warna, diagram
- Video pembelajaran
- Lagu atau rekaman audio yang mendukung materi
Visual memudahkan anak memahami konsep, sementara auditori membantu memperkuat informasi.
2. Libatkan Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik membantu anak yang belajar melalui gerakan. Contohnya:
- Role-play atau bermain peran
- Menari sambil menyebutkan huruf atau angka
- Eksperimen sains sederhana
Belajar sambil bergerak membuat proses belajar lebih menyenangkan.
3. Gunakan Alat Peraga yang Bisa Disentuh
Anak akan lebih mudah memahami konsep abstrak jika dapat meraba atau memegang benda nyata, misalnya:
- Pasir huruf
- Balok angka
- Mainan dengan tekstur
- Kartu huruf timbul
Aktivitas ini membantu memperkuat pemahaman konsep secara konkret.
4. Libatkan Semua Indera dalam Kegiatan Harian
Belajar multisensori bisa dilakukan kapan saja, seperti:
- Mengajak anak membuat adonan sambil belajar bentuk
- Memasukkan benda-benda berdasarkan warna
- Menyebutkan nama benda saat berjalan di luar rumah
Kegiatan sederhana ini tetap melatih banyak aspek perkembangan anak.
Baca Juga : Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif yang Perlu Orang Tua Tahu
Kesimpulan
Ayah Bunda, pembelajaran multisensori adalah pendekatan belajar yang sangat efektif dan inklusif karena melibatkan berbagai indera dalam satu proses belajar. Metode ini membantu anak memahami materi lebih cepat, mengingat lebih lama, dan lebih aktif terlibat dalam kegiatan belajar.
Pendekatan ini sangat bermanfaat untuk semua anak, terutama anak berkebutuhan khusus yang memerlukan metode belajar yang fleksibel dan adaptif. Dengan menerapkan pembelajaran multisensori secara konsisten, Ayah Bunda dapat membantu anak menikmati proses belajar sambil mengembangkan potensi terbaiknya.
Untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut Hubungi :
Klinik Tumbuh Kembang Anak Niumiu
No. WhatsApp 0821-2082-3522 / Klik WA Disini
Referensi:
Prasannakumar, V., & Saminathan, S. (2023). Multisensory integration approach, cognitive domains, meaningful learning: reflections for undergraduate nursing education. PMC. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10101150/ pmc.ncbi.nlm.nih.gov
Ghaleb, N. A., & Majeed, N. T. (2023). The Role of Multisensory Approach in Teaching Writing to EFL Intermediate School students. Journal of Tikrit University for Humanities, 30(7, 2), 1–25. https://doi.org/10.25130/jtuh.30.7.2.2023.22 jtuh.org
Hazoury, S., Wright, S., & Baines, L. (2009). The impact of multisensory learning model-based tale-telling on listening skills and student opinions about it. Frontiers in Education. https://www.frontiersin.org/journals/education/articles/10.3389/feduc.2023.1137042/full frontiersin.org
Fan, Y., Chong, D. K., & Li, Y. (2024). Beyond play: A comparative study of multi-sensory and traditional toys in child education. Frontiers in Education, 9, 1182660. https://doi.org/10.3389/feduc.2024.1182660
Baines, L. (2008). A Teacher’s Guide to Multisensory Learning: Improving Literacy by Engaging the Senses. Alexandria, VA: ASCD.
